Pernahkah Anda membekukan cumi-cumi segar lalu mendapati makanan lain di freezer ikut berbau amis menyengat? 🦑
Cumi-cumi memiliki kadar air yang tinggi dan bagian dalam perutnya mengonsentrasikan mikroorganisme serta enzim pencernaan (protease). Jika disimpan tanpa dibersihkan, enzim ini memicu autolisis cepat, melepaskan zat trimetilamina (TMA) yang berbau amis dan mencemari makanan lain.
Dalam panduan ini, kami membagikan panduan penyimpanan 3 langkah berbasis ilmiah berdasarkan pedoman National Institute of Fisheries Science (NIFS) dan USDA untuk menghilangkan bau amis, mencegah freezer burn, dan menjaga tekstur cumi-cumi tetap kenyal dan lembut. 🛡️
Keamanan Pangan & Bukti Ilmiah
Konten ini didasarkan pada NIFS & MFDS & USDA.
FreshSelf
Zero waste! Asisten penyimpanan pintar Anda
1. Panduan Penyimpanan yang Terbukti Secara Ilmiah
Buang isi perut, kantong tinta, dan kotoran tentakel sepenuhnya — Cegah Bau Amis & Pembusukan 🦑
Jeroan cumi dan kotoran pada alat hisap tentakel adalah sumber utama bau amis dan bakteri. 💡 Tips Penyimpanan: Belah bagian badan cumi, buang jeroan, kantong tinta, dan tulang transparan. Gosok tentakel dengan garam kasar atau tepung di bawah air mengalir untuk membersihkan cincin kitin.
Keringkan air permukaan 100% lalu bungkus rapat dengan plastik wrap — Simpan Dingin (1–2 Hari) 📦
Sisa air permukaan membentuk kristal es besar saat dibekukan, merusak dinding sel otot dan membuat cumi lembek saat dicairkan. 💡 Tips Penyimpanan: Lap bagian dalam dan luar cumi hingga benar-benar kering dengan tisu dapur, lalu bungkus rapat porsi sekali makan dengan plastik wrap.
Segel ganda dalam kantong Ziploc freezer lalu bekukan — Simpan Beku (60–90 Hari) ❄️
Molekul bau amis mudah menyebar ke makanan lain di dalam freezer. 💡 Tips Penyimpanan: Masukkan cumi yang telah dibungkus ke dalam kantong Ziploc freezer, tekan keluar semua udara, lalu simpan di bawah suhu -18°C. Penyegelan ganda menahan penyebaran bau dan mencegah freezer burn.
2. Aturan Penting dan Peringatan Penyimpanan
Untuk penyimpanan beku jangka panjang, merebus irisan cumi dalam air mendidih dengan sedikit cuka atau garam selama 10–15 detik (blanching), lalu mendinginkan dan mengeringkannya sebelum dibekukan, akan menghentikan aktivitas enzim dan menjaga tekstur tetap empuk saat dicairkan.
Seafood mentah memiliki jaringan protein yang lembut dan aktivitas air yang tinggi, sehingga bakteri pembusuk berkembang biak dengan cepat bahkan di kulkas (0–4°C). Bersihkan dan masak cumi mentah dalam 48 jam atau segera bekukan di bawah suhu -18°C.
📌 Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Mengapa berbahaya menyimpan cumi mentah di kulkas tanpa membuang isi perutnya (jeroan)? ▼
Isi perut cumi mentah mengandung konsentrasi tinggi enzim autolitik dan mikroorganisme yang memicu pembusukan cepat segera setelah ditangkap. Membiarkan jeroan menghasilkan rasa pahit dan bau amis menyengat (trimetilamina), serta membiarkan bakteri pembusuk meresap ke dalam daging. Selalu buang jeroan, cuci, dan keringkan cumi segera setelah dibeli.
Bagaimana cara mencegah bau amis dan tekstur ulet/keras saat mencairkan cumi beku? ▼
Metode terbaik adalah pencairan lambat dengan memindahkan cumi beku ke kulkas (0–4°C) 12 jam sebelum dimasak. Untuk pencairan cepat, rendam kemasan cumi yang masih tersegel rapat dalam air dingin. Percikan sedikit alkohol masak (sake/mirin) atau air perasan lemon saat mencairkan akan menetralisir trimetilamina (TMA) dan mengunci kelembapan agar cumi tetap empuk dan kenyal.







