Memiliki bulu ganda berwarna putih bersih yang lebat serta sifat yang cerdas dan setia, Japanese Spitz adalah anjing pendamping yang sangat populer. Namun, sebagai ras berukuran kecil hingga sedang, mereka memiliki risiko genetik terkena Luksasi Patela (pergeseran tempurung lutut). Selain itu, bulu putihnya mudah memperlihatkan noda air mata, dan bulu halusnya memerlukan penyisiran teratur. Hari ini, PetSelf mengulas sinyal sendi dan perilaku Japanese Spitz serta menyajikan 3 langkah rutinitas harian untuk menjaga kesehatan mereka.
Bukti Dokter Hewan & Perilaku
Konten ini didasarkan pada Standar Trah Fédération Cynologique Internationale (FCI) No. 262 & Pedoman Ortopedi Dokter Hewan Japan Kennel Club (JKC).
1. Bahasa Tubuh Japanese Spitz: Jalan Melompat Satu Kaki (Pincang) dan Gonggongan Waspada
Bahasa Tubuh Japanese Spitz: Jalan Melompat Satu Kaki (Pincang) dan Gonggongan Waspada
Jika Japanese Spitz tiba-tiba ' berjalan sambil melompat-lompat atau mengangkat satu kaki belakang' saat berjalan, ini adalah tanda utama luksasi patela. Di sisi lain, 'gonggongan nyaring dan terus-menerus' terhadap suara luar berasal dari naluri kewaspadaan dan perlindungan wilayah yang kuat.
2. Bahasa Tubuh dan Sinyal Perilaku Japanese Spitz
Berjalan Melompat Satu Kaki (Skipping Step)
Tempurung lutut terlepas dari jalurnya, menyebabkan rasa nyeri atau tidak nyaman sesaat sehingga anjing mengangkat kakinya.
Jangan menekuk kaki secara paksa. Segera periksakan ke dokter hewan untuk menentukan tingkat luksasi (Tingkat 1–4), pasang karpet antislip, dan berikan suplemen sendi.
Gonggongan Waspada Nyaring (Sharp Alert Barking)
Reaksi refleksif akibat pendengaran yang tajam saat mendengar suara asing atau melihat orang mendekati wilayahnya.
Lakukan latihan desensitisasi suara dan berikan permainan olfaktori (nosework) untuk menenangkan kecemasan dan mengurangi gonggongan berlebih.
3. Rutinitas Perawatan Harian 3 Langkah untuk Japanese Spitz
Pagi: Pemeriksaan Sendi & Penyisiran Bulu Halus (Undercoat)
Periksa kelenturan kaki belakang saat bangun tidur. Sisir bulu ganda yang tebal secara perlahan menggunakan slicker brush searah pertumbuhan bulu untuk mencegah kekusutan.
Siang: Pemeriksaan Lantai Antislip & Jalan-Jalan Ringan
Pastikan lantai rumah yang licin telah dilapisi karpet antislip. Ajak berjalan-jalan di permukaan datar selama 30–40 menit untuk menyalurkan energi tanpa membebani lutut.
Malam: Pembersihan Noda Air Mata & Penyisiran Mendalam
Usap area sekitar mata dengan tisu pembersih khusus untuk mencegah perubahan warna bulu, lalu lakukan penyisiran malam hari untuk mengangkat debu yang menempel.
📌 Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Apakah Japanese Spitz harus sering dimandikan agar bulunya tetap putih? ▼
Tidak. Bulu luar Japanese Spitz memiliki tekstur khusus yang membuat lumpur kering mudah terlepas saat disisir. Mandi terlalu sering justru membuat kulitnya kering. Mandikan setiap 3 hingga 4 minggu sekali disertai penyisiran rutin setiap hari sudah sangat cukup.
Bagaimana cara mencegah terjadinya luksasi patela pada Japanese Spitz? ▼
Menjaga berat badan ideal adalah kunci utama agar lutut tidak terbebani. Selain itu, pasang karpet antislip di lantai rumah, cegah anjing melompat dari sofa atau berdiri dengan dua kaki belakang, serta berikan suplemen sendi berbasis glukosamin.